Translate

Monday, October 19, 2015

KESETIAAN ABADI SEORANG SUAMI

Kisah inspirasi hati tentang kesetiaan ini berasal dari seorang lelaki paruh baya bernama Pak Suyatno. Usianya sudah 58 tahun. Ia menikah dengan seorang wanita yang sangat dicintainya. Meski usia pernikahannya sudah mencapai 32 tahun, tapi cita dan kasih sayang Pak Suyatno terhadap istrinya tidak pernah pudar sedikit pun. Bahkan ia semakin mencintai istrinya hingga akhir hayat.

Kesetiaan cinta Pak Suyatno sungguh luar biasa. Kisah inspirasi hati ini harusnya bisa menjadi renungan bagi setiap pasangan dan suami-istri di mana pun. Kesetiaan Pak Suyatno terbukti saat ujian dalam hidupnya datang. Istrinya sakit parah setelah melahirkan empat orang anak. Kakinya tiba-tiba lumpuh dan tidak bisa digerakan sama sekali. Kondisi ini terjadi selama dua tahun.

Hingga menginjak tahun ke tiga kondisinya makin parah. Kondisi tubuh istrinya terlihat makin lemah bahkan nampak tidak bertulang, lidahnya juga sudah tidak bisa digerakan lagi. Istrinya kini bisu dan lumpuh total.
Namun, kondisi istrinya itu sama sekali tidak mengurangi rasa cinta Pak Suyatno. Inspirasi hati dapat Anda rasakan dalam cerita ini.

Kekurangan yang dimiliki oleh istrinya sama sekali tidak mengurangi rasa sayang Pak Suyatno. Ia justru membuktikan kasih sayangnya kepada istrinya dengan merawatnya sepenuh hati. Hari-hari dilalui Pak Suyatno dengan memberikan perhatian penuh kepada istrinya yang sedang sakit. Ia memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan membopong istrinya ke atas tempat tidur. Hal ini ia lakukan setiap hari. Pak Suyatno memberikan inspirasi hati bagi siapapun yang mengetahui cerita cintanya.

Sebelum berangkat kerja, Pak Suyatno meletakan istrinya di depan TV agar ia tidak merasa kesepian. Pak Suyatno bahagia, karena walaupun istrinya sudah tidak bicara, namun ia masih bisa tersenyum. Senyum yang nampak dari bibir istrinya merupakan hadiah yang sangat berharga bagi Pak Suyatno. Senyum dari bibir istrinya adalah sumber dari kisah inspirasi hati yang diciptakan oleh Pak Suyatno.

Jika siang datang Pak Suyatno meninggalkan pekerjaannya sejenak. Ia pulang ke rumah untuk menyuapi istrinya makan siang. Ia datang untuk menemui inspirasi hati satu-satunya yang ia miliki. Untungnya jarak antara rumah dan tempat ia bekerja tidak terlalu jauh. Jadi, ia bisa dengan cepat pulang ke rumah dan pergi lagi ke tempat ia bekerja.

Sore pun tiba, Pak Suyatno bergegas untuk pulang demi istrinya. Pada sore hari, ia harus memandikan istrinya. Kemudian, ia juga menggantikan pakaian istrinya. Setelah magrib, ia membawa istrinya untuk nonton TV bersama-sama. Sambil menonton TV, Pak Suyatno menceritakan semua yang dialami seharian. Istrinya hanya bisa memandang tanpa bisa menanggapi. Tapi Pak Suyatno terus bercerita demi membahagiakan istrinya. Betapa rasa cinta yang dimiliki Pak Suyatno memberikan inspirasi hati bagi kita semua.

Rutinitas itu ia lakukan bukan sebulan dua bulan. Ia adalah inspirasi hati pak Suyatno yang sudah tidak berdaya selama 25 tahun lebih. Tapi, semua itu ia lakukan dengan tulus dan penuh kesabaran. Sambil merawat istri tercintanya, Pak Suyatno juga harus berjuang membesarkan empat orang anak-anaknya. Kini anak-anaknya itu telah dewasa, sedangkan si bungsu masih kuliah.

Suatu hari anak-anak Pak Suyatno yang sudah menikah datang mengunjunginya. Mereka merasa sangat iba melihat ketulusan dan pengorbanan Pak Suyatno. Dengan hati-hati, anak-anaknya itu menawarkan agar sang ibu dirawat oleh mereka. Namun Pak Suyatno menolak. Dia ingin merawat istrinya sendirian. Anak-anaknya juga menawarkan agar Pak Suyatno menikah lagi.

“Pak, jika tak keberatan, kami ingin bapak menikah lagi. Kami rasa ibu juga mengizinkan. Kami ingin Bapak menikmati masa tua. Sedangkan ibu biar kami yang merawatnya,” ucap anaknya yang paling sulung.

Namun jawab Pak Suyatno sungguh tidak terduga. Pak Suyatno berkata, “Anak-anakku, jikalau pernikahan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu belaka, mungkin aku sudah menikah lagi. Namun kalian harus tahu bahwa dengan hadirnya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup.” Ucapan Pak Suyatno rasanya cukup memberikan kita pelajaran tentang arti cinta sesungguhnya. Bahwa kisah inspirasi hati tentang cinta bisa datang dari seorang yang renta.

Pak Suyatno kemudian melanjutkan kata-katanya, “Coba kalian tanyakan kepada ibu kalian, apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini. Jika kalian menginginkan bapak bahagia, tapi bagaimana mungkin batinku bisa bahagia dengan meninggalkan ibu kalian dalam kondisi seperti ini.” Kata-kata Pak Suyatno lagi-lagi mengajarkan kita tentang ketulusan. Tentang kisah inspirasi hati yang abadi.

“Kalian berharap Bapak yang masih diberi kesehatan oleh Tuhan dirawat oleh orang lain, tapi bagaimana dengan ibu kalian yang sedang sakit ini?”
Jawaban Pak Suyatno menyentuh hati anak-anaknya. Mereka tidak tahan, hingga akhirnya meledaknya tangis mereka. Begitu pun dengan istrinya, tampak buliran-buliran air mata keluar dari pelupuk matanya.

Kisah inspirasi hati yang dimiliki oleh Pak Suyatno membawanya ke sebuah acara di TV swasta. Pak Suyatno menjadi narasumber sebuah acara semacam talkshow. Seorang pembawa acara mengajukan pertanyaan, kenapa Pak Suyatno sanggup bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yang sudah tidak berdaya.

Pak Suyatno menangis saat ingin menjawab pertanyaan tersebut. Begitu pun penonton di studio yang kebanyakan wanita, tidak sanggup menahan haru. Pak Suyatno kemudian bercerita, mengajarkan kembali pelajaran dari kisah inspirasi hati yang dimilikinya. “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta di dalam pernikahan, tapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, dan perhatian untuk keluarganya adalah kesia-siaan.”

“Saya telah memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya. Sewaktu dia sehat, dia dengan sabar merawat saya, mencintai saya, dan memberi saya empat orang anak yang lucu-lucu. Kini, dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama. Inilah ujian bagi saya, mungkinkah saya sanggup memegang komitmen untuk tetap mencintainya apa adanya. Seandainya sehat pun belum tentu saya mencari penggantinya, apalagi jika dia sakit.” Dibalut dengan kisah inspirasi hati, Pak Suyatno mengakhiri acara TV tersebut dengan haru, dengan pelajaran tentang kasih sayang tulus.

Ini adalah sebuah kisah yang dapat memberikan inspirasi bagi siapapun. Sebuah kisah inspirasi hati yang mengharukan, sekaligus sebagi sebuah bukti tentang kesetiaan. Semoga kisah menjadi renungan dan dapat memberikan inspirasi di hati kita semua.

No comments:

Post a Comment