Kisah inspirasi
hati tentang kesetiaan ini berasal dari seorang lelaki paruh baya
bernama Pak Suyatno. Usianya sudah 58 tahun. Ia menikah dengan seorang
wanita yang sangat dicintainya. Meski usia pernikahannya sudah mencapai
32 tahun, tapi cita dan kasih sayang Pak Suyatno terhadap istrinya
tidak pernah pudar sedikit pun. Bahkan ia semakin mencintai istrinya
hingga akhir hayat.
Kesetiaan cinta Pak Suyatno sungguh luar
biasa. Kisah inspirasi hati ini harusnya bisa menjadi renungan bagi
setiap pasangan dan suami-istri di mana pun. Kesetiaan Pak Suyatno
terbukti saat ujian dalam hidupnya datang. Istrinya sakit parah setelah
melahirkan empat orang anak. Kakinya tiba-tiba lumpuh dan tidak bisa
digerakan sama sekali. Kondisi ini terjadi selama dua tahun.
Hingga menginjak tahun ke tiga kondisinya makin parah. Kondisi tubuh
istrinya terlihat makin lemah bahkan nampak tidak bertulang, lidahnya
juga sudah tidak bisa digerakan lagi. Istrinya kini bisu dan lumpuh
total.
Namun, kondisi istrinya itu sama sekali tidak mengurangi
rasa cinta Pak Suyatno. Inspirasi hati dapat Anda rasakan dalam cerita
ini.
Kekurangan yang dimiliki oleh istrinya sama sekali tidak
mengurangi rasa sayang Pak Suyatno. Ia justru membuktikan kasih
sayangnya kepada istrinya dengan merawatnya sepenuh hati. Hari-hari
dilalui Pak Suyatno dengan memberikan perhatian penuh kepada istrinya
yang sedang sakit. Ia memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan
membopong istrinya ke atas tempat tidur. Hal ini ia lakukan setiap hari.
Pak Suyatno memberikan inspirasi hati bagi siapapun yang mengetahui
cerita cintanya.
Sebelum berangkat kerja, Pak Suyatno meletakan
istrinya di depan TV agar ia tidak merasa kesepian. Pak Suyatno bahagia,
karena walaupun istrinya sudah tidak bicara, namun ia masih bisa
tersenyum. Senyum yang nampak dari bibir istrinya merupakan hadiah yang
sangat berharga bagi Pak Suyatno. Senyum dari bibir istrinya adalah
sumber dari kisah inspirasi hati yang diciptakan oleh Pak Suyatno.
Jika siang datang Pak Suyatno meninggalkan pekerjaannya sejenak. Ia
pulang ke rumah untuk menyuapi istrinya makan siang. Ia datang untuk
menemui inspirasi hati satu-satunya yang ia miliki. Untungnya jarak
antara rumah dan tempat ia bekerja tidak terlalu jauh. Jadi, ia bisa
dengan cepat pulang ke rumah dan pergi lagi ke tempat ia bekerja.
Sore pun tiba, Pak Suyatno bergegas untuk pulang demi istrinya. Pada
sore hari, ia harus memandikan istrinya. Kemudian, ia juga menggantikan
pakaian istrinya. Setelah magrib, ia membawa istrinya untuk nonton TV
bersama-sama. Sambil menonton TV, Pak Suyatno menceritakan semua yang
dialami seharian. Istrinya hanya bisa memandang tanpa bisa menanggapi.
Tapi Pak Suyatno terus bercerita demi membahagiakan istrinya. Betapa
rasa cinta yang dimiliki Pak Suyatno memberikan inspirasi hati bagi kita
semua.
Rutinitas itu ia lakukan bukan sebulan dua bulan. Ia
adalah inspirasi hati pak Suyatno yang sudah tidak berdaya selama 25
tahun lebih. Tapi, semua itu ia lakukan dengan tulus dan penuh
kesabaran. Sambil merawat istri tercintanya, Pak Suyatno juga harus
berjuang membesarkan empat orang anak-anaknya. Kini anak-anaknya itu
telah dewasa, sedangkan si bungsu masih kuliah.
Suatu hari
anak-anak Pak Suyatno yang sudah menikah datang mengunjunginya. Mereka
merasa sangat iba melihat ketulusan dan pengorbanan Pak Suyatno. Dengan
hati-hati, anak-anaknya itu menawarkan agar sang ibu dirawat oleh
mereka. Namun Pak Suyatno menolak. Dia ingin merawat istrinya sendirian.
Anak-anaknya juga menawarkan agar Pak Suyatno menikah lagi.
“Pak, jika tak keberatan, kami ingin bapak menikah lagi. Kami rasa ibu
juga mengizinkan. Kami ingin Bapak menikmati masa tua. Sedangkan ibu
biar kami yang merawatnya,” ucap anaknya yang paling sulung.
Namun jawab Pak Suyatno sungguh tidak terduga. Pak Suyatno berkata,
“Anak-anakku, jikalau pernikahan dan hidup di dunia ini hanya untuk
nafsu belaka, mungkin aku sudah menikah lagi. Namun kalian harus tahu
bahwa dengan hadirnya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari
cukup.” Ucapan Pak Suyatno rasanya cukup memberikan kita pelajaran
tentang arti cinta sesungguhnya. Bahwa kisah inspirasi hati tentang
cinta bisa datang dari seorang yang renta.
Pak Suyatno kemudian
melanjutkan kata-katanya, “Coba kalian tanyakan kepada ibu kalian,
apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini. Jika kalian menginginkan
bapak bahagia, tapi bagaimana mungkin batinku bisa bahagia dengan
meninggalkan ibu kalian dalam kondisi seperti ini.” Kata-kata Pak
Suyatno lagi-lagi mengajarkan kita tentang ketulusan. Tentang kisah
inspirasi hati yang abadi.
“Kalian berharap Bapak yang masih
diberi kesehatan oleh Tuhan dirawat oleh orang lain, tapi bagaimana
dengan ibu kalian yang sedang sakit ini?”
Jawaban Pak Suyatno
menyentuh hati anak-anaknya. Mereka tidak tahan, hingga akhirnya
meledaknya tangis mereka. Begitu pun dengan istrinya, tampak
buliran-buliran air mata keluar dari pelupuk matanya.
Kisah
inspirasi hati yang dimiliki oleh Pak Suyatno membawanya ke sebuah acara
di TV swasta. Pak Suyatno menjadi narasumber sebuah acara semacam
talkshow. Seorang pembawa acara mengajukan pertanyaan, kenapa Pak
Suyatno sanggup bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yang sudah
tidak berdaya.
Pak Suyatno menangis saat ingin menjawab
pertanyaan tersebut. Begitu pun penonton di studio yang kebanyakan
wanita, tidak sanggup menahan haru. Pak Suyatno kemudian bercerita,
mengajarkan kembali pelajaran dari kisah inspirasi hati yang
dimilikinya. “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta di
dalam pernikahan, tapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, dan
perhatian untuk keluarganya adalah kesia-siaan.”
“Saya telah
memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya. Sewaktu dia sehat, dia
dengan sabar merawat saya, mencintai saya, dan memberi saya empat orang
anak yang lucu-lucu. Kini, dia sakit karena berkorban untuk cinta kita
bersama. Inilah ujian bagi saya, mungkinkah saya sanggup memegang
komitmen untuk tetap mencintainya apa adanya. Seandainya sehat pun belum
tentu saya mencari penggantinya, apalagi jika dia sakit.” Dibalut
dengan kisah inspirasi hati, Pak Suyatno mengakhiri acara TV tersebut
dengan haru, dengan pelajaran tentang kasih sayang tulus.
Ini
adalah sebuah kisah yang dapat memberikan inspirasi bagi siapapun.
Sebuah kisah inspirasi hati yang mengharukan, sekaligus sebagi sebuah
bukti tentang kesetiaan. Semoga kisah menjadi renungan dan dapat
memberikan inspirasi di hati kita semua.
No comments:
Post a Comment