Translate

Saturday, January 30, 2016

KOIN PENYOK

Seorang laki-laki bernama Haris berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya sedang vailid. Saat menyusuri jalanan sepi,kakinya tersandung sesuatu. Ia membungkuk dan menggerutu kecewa. "Oh,hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok" kata hatinya.

Meskipun begitu,ia membawa koin itu dan di masukkan ke dalam sakunya. Sambil berjalan tanpa di sadari ia telah sampai di kota dengan suasana ramai orang-orang dengan kesibukannya masing.

Matanya tertuju pada suatu tempat yang di depannya tertulis "Kolektor Koin Kuno". Ia langsung mendatangi tempat itu dan mauk ke dalamnya.

Pemilik Toko : Selamat datang tuan,ada yang bisa saya bantu?

Haris : Saya ingin bertanya,apakah koin seperti ini ada harganya? (sambil mengeluarkan koin yang dia dapatkan di jalan dan menunjukkannya pada pemilik toko).

Pemilik Toko : Dari mana tuan dapatkan koin ini?

Haris : Saya menemukannya saat berjalan ke sini. (jawabnya dengan lugu).

Pemilik Toko : Tuan,koin anda ini adalah koin yang banyak di cari para kolektor koin karna bentuk dan ukirannya yang unik. Jika tuan berkenan menjualnya,saya akan hargai koin ini dengan uang yang cukup banyak.

Haris : Apa iya,koin seperti ini berharga dan laku di jual.(dalam hatinya berkata)
Baiklah,saya akan jual koin ini,berapa harganya?

Pemilik Toko : Koin tuan saya hargai Rp.500.000. Bagaimana tuan?

Haris : Baiklah...

Setelah uang di terimanya,ia pun keluar dari toko dan berjalan menuju arah rumahnya yang berjarak 1 jam bila berjalan kaki.

Dengan hati yang gembira ia berjalan pulang dan melewati peternakan kambing. Tiba-tiba ada yang memanggil namanya. Ia pun menemui orang yang memanggilnya.

Haris : Ada apa tuan?

Peternak : Haris,bisakah kamu bantu saya?

Haris : Apa yang bisa saya bantu tuan?

Peternak : Saya akan menjual salah satu kambing saya,karna saya sedang butuh uang untuk berobat ke rumah sakit. Bisa kah kamu menjualkan kambing saya?

Haris : Berapa harganya tuan?

Peternak : Kambing saya ini biasa di hargai 1jt oleh orang yang biasa membeli dari saya. Tapi karna orang itu tidak bisa saya hubungi makanya saya tawarkan pada kamu 500.000 saja karna saya butuh uangnya cepat.

Haris : Boleh juga (ia berkata dalam hatinya). tanpa berpikir panjang ia langsung mengeluarkan uangnya yang 500.000 dan memberikannya pada peternak kambing itu.

Haris berjalan dan membawa pulang kambing itu,Tapi sampai di perjalanan ada sebuah mobil yang berhenti tiba-tiba di sampingnya dan membuat ia terkejut.

Pengendara Mobil : Tuan,bolehkah kambing tuan saya beli? Kebetulan saya sedang mencari kambing untuk akikah anak saya,tapi saya tak sempat karna kesibukan pekerjaan saya.

Haris : Kambing ini baru saya beli tuan

Pengendara Mobil : Saya harap tuan mingijinkan kambing itu saya beli. Akan saya hargai 2jt bila tuan mengijinkan.

Haris : Baiklah (sambil terpelongo mendengar kambingnya di hargai 2jt)

Setelah kambing itu di bayar 2jt,ia pun kembali berjalan menuju pulang ke rumah tempat ia dan keluarganya tinggal.

Sampai di gerbang desa,ia mengeluaran uangnya dari saku dan menghitungnya lagi untuk memastikan uangnya masih utuh.
Tanpa dia sadari ada seorang naik sepeda motor mendekatinya dan merampas uangnya yang baru ia dapatkan dari menjual kambing. Orang-orang yang ada di sekitarnya melihat dan mendatangi Haris.

Mereka bertanya pada Haris,apa yang terjadi?
Haris menjawab dengan santai "Perampok itu hanya mengambil KOIN PENYOK yang ku temukan tadi pagi".

Bila kita sadari,sebenarnya kita tidak pernah memiliki apapun di dunia ini.
Harta dan Jabatan bisa kita dapatkan dengan mudah,tapi tidak ada yang abadi di dunia ini.
Bersyukurlah atas apa yang kita miliki,karna Tuhan bisa memberikan harta berapapun tapi juga bisa mengambilnya kembali kapanpun. Dan harta itu tidak kita bawa ke dalam kubur.




Tuesday, January 19, 2016

KASIH SAYANG AYAH PADA ANAK GADISNYA

Pada suatu malam seorang ayah sedang menanti anak gadis kesayangannya dengan penuh rasa khawatir di ruang tamu. Seketika terlihat sebuah mobil masuk ke halaman rumah. Tak tau datangnya dari mana.

Ayah berkata pada anak gadisnya :
"Nak,duduk dulu sebentar,ayah mau bicara denganmu".
Anak gadis itu pun dudu di kursi dengan bermalas-malasan.

Ayah:
"Kamu dari mana nak kenapa sampai larut begini baru pulang"

Anak gadis menjawab dengan malas:
"Aku tau ayah pasti akan berceramah...,aku keluar dengan teman"

Ayah:
"Temanmu lelaki atau wanita nak? Jawab dengan jujur"

Anak gadis menjawab:
"Ah...ayah mau tau urusanku saja,...temanku lelaki. Kenapa rupanya?"

Ayahnya menghela napas panjang dengan penuh rasa kecewa

Ayah:
"Ayah tak akan izinkan kamu lagi keluar malam. Tak peduli dengan teman lelaki ataupun wanita.
Ini bukan pertama kalinya kamu keluar malam dan pulang hingga larut malam begini."

Anak gadis itu membentak ayahnya dengan keras:
"Aku keluar rumah bukan apa-apa...Aku cuma keluar untuk makan-makan,belanja di mall dan nonton film di bioskop. Apa itu gak boleh...."

Ayah itu berusaha tenang sambil menjawab:
"Boleh,,,tapi bukan dengan teman lelaki yang belum jelas statusnya,kalaupun keluar dengan lelaki, nanti kalau sudah menjadi suamimu nak.."
Kamu bilang kamu gak ngapa-apain,tapi kamu keluar dengan pakaian yang terbuka auratnya dengan celana ketat seperti itu. Apa lelaki itu tak akan berpikir yang negatif melihat pakaianmu seperti itu."

Anak gadis itu menggelengkan kepalanya sambil menjawab:
"Ayah...aku tidak berbuat apa-apa dengan teman lelaki itu. Aku kenal dia sudah lama,namanya Budi."

Ayah menjawab dengan tegas:
"Lelaki yang baik itu tak akan bawa anak gadis orang keluar malam tanpa pamit pada orang tuanya. Coba kamu pikir dengan baik,jika lelaki itu berani mengajak kamu keluar malam tanpa pamit pada ayah,berartidia juga akan berani mengajak wanita lain keluar malam tanpa kamu tau di hari yang lain."
"Lelaki yang tidak bisa menjaga sikapnya akan membuat wanita yang ada bersamanya berada dalam masalah nak.."
"Kamu berpakaian untuk dia,supaya dia suka melihat kamu.Agar dia merasa bangga bisa mengajak kamu keluar malam dan kamu senang dia memuji kamu berpenampilan cantik."
"Kamu bergaya seperti itu membuat dia merasa senang berjalan dengan kamu. Lelaki yang baik harusnya mengingatkan teman wanitanya bahwa tak baik keluar rumah malam-malam dengan pakaian yang tidak menutup auratnya."

"Pernahkah ayah dan ibumu mengajarkanmu berpakaian seperti sekarang ini nak...?"
"Sejak kamu masuk Universitas cara berpakaian kamu berubah drastis dari yang dulu."

"Ilmu Pengetahuan sebenarnya membuatmu lebih cerdas dan bijak ataukah membuat kamu jadi liar seperti tak pernah di ajarkan sikap yang baik oleh orang tuamu."

Anak gadis itu diam membisu tak menjawab sepatah kata pun...

"Ayah sudah tua,tak gagah lagi seperti dulu."
"Ayah juga bukan orang yang berkuasa."
"Karna itulah mungkin membuat kamu tidak lagi menghormati ayah sebagai orang tuamu."

"Anak ayah yang ayah sayangi.....dengan nada suara sendu ayah berkata...
"Kamu harus ingat nak....
"Syurga itu tidak sepenuhnya bergantung pada ridho suamimu."

"Selama 25 tahun kamu hidup dengan ayah dan ibu. Jika ayah dan ibu mu tidak ridho dengan hidupmu selama 25 tahun bersama kami,maka syurga juga akan jauh darimu nak...."

"Meskipun suamimu ridho,namun bila ayah dan ibumu tak ridho,maka kamu masih berada di antara syurga dan neraka nak..."

"Jika kamu membuat suamimu menangis bahagia karna sikap baik kamu melayaninya,maka soleh lh kamu sebagai seorang istri."

"Tapi jika kamu membuat ayah dan ibumu menangis karna sikapmu yang tak baik bahkan tidak ada rasa bersalah darimu. Sebenarnya kamu tidak layak masuk ke syurga."

"Buat ayah dan ibumu ridho dan buat suamimu juga ridho,maka syurga itu menanti buatmu nak..."

Anak gadis itupun menangis tersedu-sedu....

Ayahnya berkata:
"Lelaki itu bukan untukmu nak...."
"Ayah tidak akan biarkan anak ayah yang selalu ayah gendong dibahu sewaktu kecil,tangisan dan tawa,susah senang yang kita jalani hingga kamu menjadi seperti ini sekarang."

Anak gadis itu bersuara pelan...
"Tapi dia selalu ada saat aku membutuhkannya ayah..."

Ayah pun menjawab dengan tegas:
"Tidak...Selama ini kamu lemah.."
"Selama ini siapa yang menguatkanmu ketika kamu lemah...Ayah dan ibu kan..."
"Di saat kamu jatuh,ayah dan ibu yang membangunkanmu"
"Di saat kamu lemah,ayah dan ibu yang menguatkanmu."
"Di saat kamu sendiri,ayah dan ibu yang menemanimu."

"Bukan lelaki yang baru kamu kenal 1tahun itu yang membuat kamu kuat dan bertahan hingga sekarang anak ku..."

"Lelaki itu tak pantas untukmu,sadarlah...dan bangkitlah dalam hidupmu..."
"Tuhan hanya memberikan yang terbaik untuk hambanya yang bersyukur dan beriman anakku sayang...

Anak gadis itu pun menangis tersedu sambil memohon maaf pada ayahnya,karna selama ini dia telah jauh berubah menjadi bersikap tidak baik.

Anak gadis itu pu berkata:
"Maafkan anakmu yang tak tau diri ini ayah..."
"Aku berjanji akan memperbaiki semua kekhilafanku ayah..."

Anak gadis itupun menangis sambil memeluk ayahnya yang sudah tua itu dan di kemudian hari dia pun kembali pada sikap baik yang di ajarkan ayah dan ibunya sejak kecil.

Semoga cerita ini bisa membuat kita sadar bahwa selama ini kita telah melupakan kasih sayang ayah dan ibu yg telah merawat kita dari bayi hingga menjadi seorang yang mandiri dan sukses untuk diri kita sendiri.






Tuesday, October 20, 2015

CERIA DALAM KEDUKAAN

Suatu hari ada seorang Bapak Tua bersama dengan 4 orang anaknya yang masih kecil-kecil. Mereka naik kereta ekonomi dari Jatinegara menuju Semarang. Di dalam kereta, anak-anak itu sangat ribut sehingga banyak mengganggu penumpang yang lain. Berlarian kesana kemari, teriak-teriak tawa mewarnai keceriaan mereka. Penumpang yang lain banyak yang merasa terganggu dengan tawa anak-anak kecil itu. Dan Sang Bapak Tua itupun, sepertinya tidak mau tahu dengan anggapan dan pandangan para penumpang yang merasa terganggu oleh anak-anak kecilnya.

Seorang Ibu memberanikan diri untuk menegur Bapak Tua itu agar mau mendiamkan anak-anak kecil itu, "Pak, maaf Pak. Apakah anak itu anak-anak Bapak ?"
Tanpa menjawab, Bapak Tua itu pelan-pelan mengangkat kepala dan melihat ke arah Ibu yang menegurnya, "Ada apa Bu ?" tanya Bapak Tua.
"Itu Pak, Anak Bapak. Mereka berisik dan mengganggu penumpang yang lain, tolong disuruh diam Pak. Sebagai orang tua, harusnya Bapak bisa menjaga anak-anaknya dong. Kami merasa terganggu" jawab Ibu tersebut.
"Ooo, maaf bu saya tidak bisa" jawab Bapak Tua.
"Kenapa tidak bisa ? Kan itu anak Bapak" sahut sang Ibu.
"Saya tidak tega" jawab Bapak Tua itu lagi.
"Kenapa tidak tega ?"
"Tiga hari yang lalu, mereka baru saja kehilangan kedua orang tuanya akibat kecelakaan pesawat. Sejak kecelakaan itu, mereka tidak pernah berhenti menangis. Dan baru kali ini, saya melihat mereka bisa tertawa dengan bahagianya. Saya tidak tega memberhentikan tawa mereka. Jika Ibu tega, saya mempersilahkan Ibu untuk memberhentikan tawa mereka agar mereka tidak mengganggu para penumpang yang lain" jawab Bapak Tua itu mengakhiri percakapan.

Sang Ibu kemudian kembali ke tempat duduknya, dan tidak bisa berkata apa-apa lagi sambil meneteskan air matanya. Kini, marahnya telah berubah menjadi sayang. Bencinya beberapa waktu lalu berubah menjadi simpati. Ia sangat senang melihat anak yatim-piatu tersebut bisa tertawa lepas.


Yakinlah ! pada saat kita mau membuka mata hati dan pendengaran, pastilah hidup ini akan lebih mudah untuk dipahami.

Kebencian jadi Kasih sayang. Dendam jadi Persahabatan.
Tidak ada yang salah dalam kehidupan ini. Yang salah adalah pada saat kita tidak berusaha mau mengerti tentang kehidupan. Sungguh ! Allah menginginkan bagimu bahagia kehidupan di dunia dan di akhirat. Karena Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

SANG MALAIKAT KECIL

Sudah menjadi kebiasaan setiap selesai sholat jum’at tiap pekannya, seorang Imam (masjid) dan anaknya yang berumur 11 tahun membagikan brosur atau pun buku-buku islam di jalan-jalan dan keramaian, diantaranya sebuah buku dakwah yang berjudul “at-thoriq ilal jannah” (jalan menuju surga).

Tapi kali ini, suasana sangat dingin ditambah rintik-rintik air hujan yang membuat manusia benar-benar malas untuk keluar rumah. Namun si anak telah siap memakai pakaian tebal dan jas hujan untuk mencegah dingin, lalu ia berkata,
“Saya sudah siap, Abi!”
“Siap untuk apa nak?”
“Abi, bukankah ini waktunya kita membagikan buku ‘jalan menuju surga’?”
“Udara di luar sangat dingin, apalagi gerimis.”
“Tapi Abi, tetap saja ada orang yang berjalan menuju neraka meski suasana sangat dingin.”
“Saya tidak tahan dengan suasana dingin di luar.”
“Abi, jika diijinkan, saya ingin menyebarkan buku ini.”
Sang ayah diam sejenak lalu berkata
“Baiklah, tapi bawa beberapa buku saja, jangan banyak-banyak.”

Anak itupun keluar di jalanan kota untuk membagikan buku kepada orang yang dijumpainya, juga dari pintu ke pintu.
Dua jam berlalu, tersisalah 1 buku ditangannya. Jalanan sepi dan ia tak menjumpai lagi orang di jalanan. Lalu ia mendatangi sebuah rumah untuk membagikan buku itu. Ia pencet tombol bel rumah….tapi tak ada yang menjawab. Ia pencet lagi..dan tak ada yang keluar. Hampir saja ia pergi, namun seakan ada suatu rasa yang menghalanginya. Untuk kesekian kali ia kembali memencet bel, dan ia ketuk pintu dengan keras.

Tak lama kemudian, pintu terbuka pelan. Ada wanita tua keluar dengan raut wajah yang menyiratkan kesedihan yang dalam berkata, “Apa yang bisa saya bantu wahai anakku?”
Dengan wajah ceria, dan senyum yang bersahabat si anak berkata, “Sayyidati (panggilan penghormatan untuk seorang wanita), mohon maaf jika saya mengganggu Anda, saya hanya ingin mengatakan, bahwa Allah mencintai Anda dan akan menjaga Anda, dan saya membawa buku dakwah untuk Anda yang mengabarkan kepada Anda bagaimana mengenal Allah, apa yang seharusnya dilakukan manusia dan bagaimana cara memperoleh ridha-Nya.”

Anak itu menyerahkan bukunya, dan sebelum ia pergi wanita itu sempat berkata, “Terimakasih Nak...
Satu pekan berlalu....
Seperti biasa sang imam memberikan ceramah di masjid. Seusai ceramah ia mempersilakan jama’ah untuk bertanya, atau ingin mengutarakan sesuatu.

Di barisan belakang, terdengar seorang wanita tua berkata, “Tak ada di antara hadirin ini yang mengenalku, dan baru kali ini saya datang ke tempat ini. Sebelum Jumat yang lalu saya merasa belum menjadi seorang muslimah, dan tidak berpikir untuk menjadi seperti ini. Sekitar sebulan suamiku meninggal, padahal ia satu-satunya orang yang kumiliki di dunia ini. Hari Jumat yang lalu, saat udara sangat dingin dan diiringi gerimis, saya kalap, karena tak tersisa lagi harapan untuk hidup. Maka saya mengambil tali dan kursi, lalu saya membawanya ke kamar atas di rumahku. Saya ikat satu ujung tali di kayu atap…saya berdiri di kursi…lalu saya kalungkan ujung tali yang satunya ke leher, saya ingin bunuh diri karena kesedihanku…
Tapi, tiba-tiba terdengar olehku suara bel rumah di lantai bawah. Saya menunggu sesaat dan tidak menjawab, “paling sebentar lagi pergi” batinku.

Tapi ternyata bel berdering lagi, ditambah ketukan pintu yang makin kuat. Saya ragu, “Siapa kira-kira yang datang ini, setahuku tak ada satupun orang yang mungkin memiliki keperluan atau perhatian terhadapku.” Lalu saya lepas tali yang melingkar di leher, dan saya turun untuk melihat siapa yang mengetuk pintu.
Saat kubuka pintu, kulihat seorang bocah yang ceria wajahnya, dengan senyuman laksana malaikat yang belum pernah kulihat sebelumnya.

Dia mengucapkan kata-kata yang menyentuh sanubariku, “saya hanya ingin mengatakan, bahwa Allah mencintai Anda dan akan menjaga Anda.” Kemudian anak itu menyodorkan buku kepadaku yang berjudul, “Jalan menuju surga.”

Akupun segera menutup pintu, aku mulai membaca isi buku itu. Setelah membacanya, seketika kusingkirkan tali dan kursi yang telah menungguku, karena aku tidak akan membutuhkannya lagi.
Sekarang lihatlah aku, diriku sangat bahagia karena aku telah mengenal Tuhanku yang sesungguhnya.

Akupun sengaja mendatangi kalian berdasarkan alamat yang tertera di buku tersebut untuk berterimakasih kepada kalian yang telah mengirimkan malaikat kecilku pada waktu yang tepat, hingga aku terbebas dari kekalnya api neraka, dan mudah-mudahan menjadi jalan selamat dari kesengsaraan menuju surga yang abadi.

Mengalirlah air mati para jamaah yang hadir di masjid, gemuruh takbir..Allahu Akbar..menggema di ruangan. Sementara sang Imam turun dari mimbarnya, menuju tempat dimana malaikat kecil itu duduk dan memeluknya erat, dan tangisnyapun pecah tak terbendung dihadapan para jamaah.
Sungguh mengharukan, mungkin tidak ada seorang ayah pun yang tidak bangga terhadap anaknya seperti yang dirasakan imam tersebut.

SUAMI YANG MENCIUM BAU SURGA

Saya terima nikahnya.... binti.... dengan mas kawin......di bayar tunai....”.Singkat, padat dan jelas.
Tapi tahukan makna “perjanjian atau ikrar” tersebut?Itu tersurat. Tetapi apa pula yang tersirat?

Yang tersirat ialah :Artinya: ”Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia (perempuan yang ia jadikan istri) dari ayah dan ibunya
 

Dosa apa saja yang telah dia lakukan.Dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat.Semua yang berhubungan dgn si dia (perempuan yang ia jadikan istri), aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung.
 

Serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku”.juga sadar,sekiranya aku gagal dan aku lepas tangan dalam menunaikan tanggung jawab,maka aku fasik, dan aku tahu bahwa nerakalah tempatku kerana akhirnya isteri dan anak-anakku yg akan menarik aku masuk kedalam Neraka Jahanam..
dan Malaikat Malik akan melibas aku hingga pecah hancur badanku.
 

Akad nikah ini bukan saja perjanjian aku dengan si isteri dan si ibu bapa isteri, tetapi ini adalah perjanjian terus kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala ".Jika aku GAGAL (si Suami) ?”Maka aku adalah suami yang fasik,ingkar dan aku rela masuk neraka. Aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku”.
(HR. Muslim)

Duhai para istri...Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu.
Karena saat Ijab terucap, Arsy-Nya berguncang karena beratnya perjanjianyang dibuat olehnya di depan ALLAH,dengan disaksikan para malaikat dan manusia.
 

Maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu,maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu...
Semoga... ini untuk pengalaman yg sudah nikah maupun yg belum...
Subhanallah..beratnya beban yang di tanggung suami.


Bukankah untuk meringankan tanggung jawabnya itu berarti seorang istri harus patuh kepada suami,menjalankan perintah ALLAH dan menjauhi larangan-Nya? Juga mendidik putra-putri kita nanti agar mengerti tentang agama dan tanggung jawab.
 

Semoga kita semua menjadi orang tua yang dapat memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita kelak dengan agama dan cinta kasih sehingga tercipta keluarga kecil yang sakinah,mawaddah,dan warahmah.
Aamin Yaa Rabbal'alaminn...Sahabat semoga kita selalu dalam lindungan-Nya yang dilimpahkan kesehatan,kebahagiaan,keselamatan dan kemudahan untuk selalu beribadah kepada-Nya..
 

"Ya Allah, muliakanlah sahabat-sahabat Kami, Berikanlah Kami pasangan yang setia,mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah.
Kelak masukkanlah Kami disurga yang terindah.."Aamiin Ya Robbal Alamin
Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1
(satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka
walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR.Al-Bukhari) Subhanallah...
 

Semoga kita dapat mengambil pengetahuan bermanfaat yang bernilai ibadah lewat tulisan ini dan mengamalkan dalam kehidupan sehari - hari. Aamiin ...

KEBAIKAN BAGI SEORANG ISTRI

Saat kau sudah menjadi istri, sesekali pandanglah wajah suamimu ketika ia terlelap.
Itulah orang yang tiada hubungan darah dengan mu namun tetap terus berusaha mencintaimu.
Sesekali saat suami pulang bekerja atau dari tempat usahanya, pandang wajahnya, cium tangannya.
Itulah tangan yang bekerja keras mencari rizki untuk menafkahi dirimu dan anak-
anakmu.
 

Padahal, sebelum akad nikah ia tak punya hutang budi terhadapmu.
Bahkan ia mempunyai hutang budi terhadap Ibu bapaknya.

Ia memilihmu sebelum ia sempat membalas seluruh hutang budi kedua orang tuanya.

Sesekali saat kau berdua dengannya, lihatlah suamimu, pandanglah wajahnya dengan penuh sayang.
Itulah peribadi yang boleh jadi selalu menutupi masalah-masalah nya diluar rumah,agar kau tak turut sedih karenanya.

Ia berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri
agar kau tidak ikut terbebani.
Sementara kau sering mengadukan masalahmu kepadanya,
berharap ia mau mengerti dan memberi solusi.

Padahal bisa jadi saat itu masalahnya lebih besar daripada masalahmu.
Namun kau tetap yang diutamakannya.

Semoga Allah jadikan keluarga kita sebagai keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah... Amiin..Allahuma Aminn..

KESABARAN TAK BERBATAS

Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istriku sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil.

Begitulah yang kurasakan, karena selama ini aku merasa bahwa aku telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anakku, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anakku.
Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anakku masih tertidur. Ohhh aku harus menyediakan makan untuknya.
Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan.

Setelah memberitahu anakku yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja.Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, aku langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam.
Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut danâ?¦.. di sanalah sumber "masalah"nya â?¦ sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!

Ohâ?¦Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anakku yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:
"Ayah, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya . Karena aku takut mie"nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainanku, aku minta maaf,ayah.

Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku, tetapi, aku tidak ingin anakku melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangisku. Setelah beberapa lama, aku hampiri anakku, kupeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.
Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto ibu yang dikasihinya.

Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, aku mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.
Namun, belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal.

Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan, "Aku minta maaf, ayah".

Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara "pertunjukan bakat" yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu.

Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahuku, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis,aku yakin , jika istriku masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!

Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus.

Mereka menelponku dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anakku telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun aku sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anakku lagi, tetapi aku tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena aku merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : "Maaf, ayah". Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.

Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah aku mendorong anakku ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya? Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : "Surat-surat itu untuk ibu". Tiba-tiba mataku berkaca-kaca, tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya. "Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?" Jawaban anakku itu : "Aku telah menulis surat buat ibu untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus".

Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan.
Aku bilang pada anakku, "Nak, ibu sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk ibu, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Aku berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi aku jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.

Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur "ibu sayang", Aku sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara "Pertunjukan Bakat" di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut. Tapi kamu tidak ada, jadi aku tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi.

Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencariku, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.

Ibu, setiap hari aku melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Aku pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua. Tapi bu, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah ibu muncul dalam mimpiku sehingga aku dapat melihat wajahmu dan ingat kamu? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi ibu, mengapa engkau tak pernah muncul ?

Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena aku tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istriku

Untuk para suami dan laki-laki, yang telah dianugerahi seorang istri/pasangan yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari pada istrimu. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu.
Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang masa.